MCP Sedang Memakan Dunia Integrasi Tool
Model Context Protocol dari proyek sampingan Anthropic jadi standar industri dalam waktu kurang dari setahun. Ini kenapa ini penting, cara kerjanya, dan apa artinya buat cara kita bangun tools berbasis AI.
Catatan tentang praktik engineering, workflow, dan keputusan-keputusan kecil yang akhirnya menentukan cara saya ship software.
Model Context Protocol dari proyek sampingan Anthropic jadi standar industri dalam waktu kurang dari setahun. Ini kenapa ini penting, cara kerjanya, dan apa artinya buat cara kita bangun tools berbasis AI.
Lo ga punya QA team. Lo SENDIRI QA team-nya. Ini cara gue nentuin mana yang worth di-test pake Playwright, dan mana yang gue skip sengaja.
Gue bisa SSH ke server, push code, dan monitor production dari device yang sama buat doomscroll. Laptop pertama gue bahkan ga kuat buka Chrome.
Gw ganti workflow deploy SSH-dan-doa dengan Dokploy, platform open-source self-hosted. Satu install, Dockerfile deploy, SSL otomatis, dan dashboard seharga $0/bulan. Ini setup-nya dan yang gw pelajari.
Gw hubungin AI agent ke terminal, file system, dan messaging apps. Dia deploy code, jadwalin task, dan inget apa yang gw bilang bulan lalu. Ini yang beneran terjadi.
Tiap project godaannya nyobain yang baru. Ini alasan gue tetep balik ke Postgres, Next.js, dan Dockerfile — plus kapan boring tech justru pilihan yang salah.
Sebagian besar tutorial Git ditulis untuk tim. Ini workflow yang sebenarnya saya pakai ketika cuma saya sendiri yang commit — branch, commit, release — tanpa upacara ala tim dua belas orang.